Pesawat militer yang mengangkut 92 orang jatuh di Filipina, setidaknya 45 orang meninggal

Sumber gambar, Reuters/Bogs Muhajiran
Angkatan bersenjata Filipina mengatakan 45 orang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat militer.
Dua orang tewas di darat saat pesawat mencoba landing di Pulau Jolo, Filipina selatan, hari Minggu (04/07).
Puluhan lainnya selamat dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Pesawat Hercules ini membawa 92 orang, sebagian besar personel militer, yang baru saja menyelesaikan pelatihan dasar militer.
Mereka sedianya akan ditugaskan untuk memerangi milisi yang beroperasi di Filipina selatan.
Pesawat mencoba mendarat di bandar udara di Jolo, tapi meleset dari titik landasan.
Ketika mencoba untuk menaikkan daya, pesawat ini jatuh.
Baca juga:

Sumber gambar, Reuters
Api dan asap terlihat membubung dari kepingan-kepingan pesawat.
Kantor berita negara memuat gambar-gambar lokasi kecelakaan yang menunjukkan puing-puing yang terbakar di daerah berhutan dekat dengan sejumlah bangunan.

Sumber gambar, Getty Images
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan

Pesawat, yang jatuh pada pukul 11:30 waktu setempat, membawa pasukan dari Cagayan de Oro, di Pulau Mindanao.
"Pesawat itu meleset dari landasan pacu, mencoba untuk memegang kendali lagi, tetapi tidak berhasil," kata Jenderal Sobejana kepada wartawan.
Para prajurit itu hadir sebagai bagian dari penguatan kehadiran militer di Filipina selatan untuk memerangi kelompok-kelompok milisi seperti kelompok Abu Sayyaf.
Para pejabat mengatakan tidak ada tanda-tanda bahwa pesawat itu telah diserang, dan penyelidikan penyebab insiden itu akan dimulai setelah operasi penyelamatan selesai.
Banyak dari penumpang pesawat itu yang baru saja menyelesaikan pelatihan dasar militer, lapor kantor berita AFP.


























