Konflik meluas: Kapal selam AS tenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia

Kapal perang Iran, Iris Dena,

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kapal perang Iran, Iris Dena, tampak merapat di Pelabuhan Rio de Janeiro, Brasil, pada Februari 2023 silam.
Waktu membaca: 10 menit

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mengklaim kapal selam AS telah menenggelamkan "sebuah kapal perang Iran" di Samudra Hindia.

"Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo," ujarnya.

Hegseth tidak menyebut nama kapal Iran yang diserang.

Namun sebelumnya Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan bahwa kapal IRIS Dena tenggelam di Samudra Hindia. Sekitar 140 orang di dalamnya dinyatakan hilang.

Ini "memang bukan pertarungan yang seimbang, dan tidak dimaksudkan sebagai pertarungan yang seimbang," kata Hegseth, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat sedang "menghantam Iran saat mereka sedang terpuruk."

"Gelombang yang lebih besar akan datang. Kami baru memulainya," ujarnya.

Pada Rabu (04/03), Angkatan Laut Sri Lanka menyatakan telah menyelamatkan 32 orang setelah menerima panggilan darurat dari kapal Angkatan Laut Iran IRIS Dena.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Budhika Sampath, mengatakan: "Meski berada di luar wilayah perairan kami, lokasi itu masih termasuk dalam zona pencarian dan penyelamatan kami. Jadi kami berkewajiban merespons sesuai kewajiban internasional."

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Ia menambahkan: "Kami menemukan orang-orang terapung di laut, menyelamatkan mereka, dan kemudian mengetahui bahwa mereka berasal dari kapal Iran."

Menurut dokumen kapal tersebut, diperkirakan ada 180 orang di dalamnya.

Sampath mengatakan bahwa ketika operasi penyelamatan berlangsung, pihaknya tidak lagi melihat kapal tersebut—yang tampak hanya serpihan minyak di permukaan air dan sekoci-sekoci penyelamat.

"Kami hanya melihat beberapa sekoci. Tidak ada kapal Iran yang terlihat. Kapal itu sudah tenggelam," kata Sampath kepada BBC Sinhala.

Ia juga menegaskan kepada BBC bahwa pihaknya menolak laporan yang menyebut kapal itu tenggelam akibat serangan kapal selam. Penyebab insiden masih belum diketahui.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Pertahanan Sri Lanka, Marsekal Muda Sampath Thuiyakontha, mengatakan kepada BBC Sinhala bahwa sekitar 140 orang diyakini masih hilang.

Peristiwa tersebut adalah insiden terkini setelah AS dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/02).

Jumlah korban meninggal di Iran sejauh ini mencapai 787 jiwa, kata Bulan Sabit Merah.

Stasiun CIA di Arab Saudi dihantam drone, lapor media AS

Sebuah stasiun Badan Intelijen Pusat (CIA) di Kedutaan Besar AS di Arab Saudi dilaporkan terkena serangan drone pada Senin.

AS dan Arab Saudi telah mengkonfirmasi bahwa dua drone menghantam kompleks kedutaan di Riyadh, tetapi tidak ada indikasi apakah pusat mata-mata tersebut menjadi target serangan, lapor Reuters.

Serangan itu "meruntuhkan" sebagian atap kedutaan, menurut peringatan Departemen Luar Negeri AS yang dikutip Washington Post.

Foto-foto pemakaman korban serangan di sekolah perempuan di Minab, Iran

Foto-foto telah muncul yang menunjukkan proses pemakaman beberapa korban serangan udara yang menghantam sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran.

Para pejabat Iran mengatakan lebih dari 160 orang tewas ketika sekolah tersebut, yang berada di dekat pangkalan Korps Garda Revolusi Islam, dihantam serangan udara pada Sabtu.

Iran, AS, Israel

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Foto-foto proses pemakaman sejumlah korban serangan udara yang menghantam sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran.

BBC News belum dapat memverifikasi secara independen jumlah korban tewas yang dilaporkan oleh pihak berwenang Iran.

Militer AS mengatakan sedang menyelidiki laporan insiden tersebut, sementara militer Israel mengatakan "tidak mengetahui" adanya operasi di daerah tersebut.

Iran ancam 'bakar' kapal-kapal di Selat Hormuz

Seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa negara itu akan "membakar" kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz—jalur minyak dan gas yang sangat penting—seiring dengan berkecamuknya konflik di Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan Ebrahim Jabbari, penasihat Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), melalui siaran televisi pemerintah.

Dia mengatakan selat tersebut dalam status tertutup dan memperingatkan bahwa kapal-kapal "tidak boleh datang ke wilayah ini, mereka pasti akan menghadapi respons serius dari kami."

Selat Hormuz, Iran, Israel

Sumber gambar, Press Office of Islamic Revolutionary Guard Corps / Handout/Anadolu via Getty Images

Keterangan gambar, Foto arsip memperlihatkan pasukan bersenjata Iran mengambil bagian dalam latihan di Teluk Persia dan Selat Hormuz pada 16 Februari 2026.

Jabbari juga mengatakan bahwa AS "haus akan minyak di wilayah ini" dan bahwa Iran akan "menyerang jalur pipa mereka di wilayah tersebut dan tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari daerah ini".

Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan titik transit minyak yang paling vital. Sekitar seperlima minyak dan gas dunia melewati selat tersebut.

AS ancam kembali lakukan 'serangan terberat' ke Iran

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan "serangan terberat" terhadap Iran "masih akan datang", seraya menambahkan bahwa dia tidak akan "memberikan rincian upaya taktis kami".

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dia mengambil keputusan untuk melancarkan perang terhadap Iran, karena itu adalah "kesempatan terakhir dan terbaik" untuk menghentikan rezim yang berkuasa.

Berbicara di Gedung Putih untuk pertama kalinya sejak AS menyerang Iran, Trump mengatakan AS terus melakukan "operasi tempur skala besar".

Teheran, Iran, AS

Sumber gambar, Morteza Nikoubazl/NurPhoto via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang pria dan perempuan Iran berjalan melewati bangunan yang hancur di dekat markas polisi yang luluh lantak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, 2 Maret 2026.

Pernyataan ini muncul setelah Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, dihantam dua drone, yang mengakibatkan "kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil pada bangunan", menurut Kementerian Pertahanan Saudi.

Kedutaan Besar AS di Riyadh dihantam drone

Kementerian Pertahanan Arab Saudi telah mengkonfirmasi bahwa kedutaan besar AS di Riyadh diserang oleh dua drone.

Dalam pernyataan yang dibagikan melalui X, mereka mengatakan serangan drone itu mengakibatkan "kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil pada sejumlah bangunan".

Otoritas AS di Arab Saudi telah mengeluarkan pemberitahuan kepada warganya agar tetap tinggal di Jeddah, Riyadh, dan Dhahran, dan diminta membatasi perjalanan yang tidak penting ke instalasi militer mana pun di wilayah tersebut.

Atas serangan drone di Kedutaan AS di Riyadh, Trump mengisyaratkan bahwa pihaknya akan melakukan serangan balasan.

Trump mengatakan kepada jaringan kabel NewsNation bahwa AS akan membalas "segera" atas serangan terhadap kedutaan AS di Riyadh dan kematian anggota militer AS.

Enam anggota militer telah tewas sejauh ini sementara 18 lainnya terluka, ungkap keterangan resmi.

Citra satelit tunjukkan kerusakan kilang minyak Saudi

Citra satelit tersebut, yang diambil pada Selasa oleh Vantor, memperlihatkan adanya api dan bekas bangunan yang terlihat hangus di sekitar menara pendingin di area tengah kilang minyak, yang terletak di kilang Ras Tanura—yang dioperasikan perusahaan minyak nasional Aramco.

Di area itu terdapat serangkaian pipa yang menghubungkan berbagai unit penyimpanan ke dermaga terdekat.

kilang minyak, vantor, arab saudi

Sumber gambar, Vantor

Keterangan gambar, Citra satelit yang diambil pada Selasa oleh Vantor, memperlihatkan adanya api dan bekas bangunan yang terlihat hangus di sekitar menara pendingin.

Di sanalah pasokan minyak itu mampu mengisi empat kapal tanker secara bersamaan.

Lokasi itu memiliki kapasitas produksi 550.000 barel per hari.

Perusahaan minyak Aramco mengatakan, mereka harus menutup sementara kilang tersebut pada Selasa.

Israel tewaskan 31 orang di Lebanon

Sebelumnya, kelompok Hizbullah di Lebanon, yang didukung Iran, meluncurkan roket ke wilayah Israel yang menewaskan sembilan warga sipil. Israel lalu membalasnya dengan melesatkan rudal ke Lebanon yang menewaskan 31 orang.

Jumlah korban masih bersifat sementara, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Sebelumnya Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah memerintahkan penduduk lebih dari 50 desa di Lebanon agar mengungsi.

Upaya itu dilakukan Israel setelah Hizbullah, yang didukung Iran, menembakkan roket ke Israel.

serangan Israel di Desa Kfar Tibnit, Lebanon selatan, pada 2 Februari 2026.

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Api berkobar akibat serangan Israel di Desa Kfar Tibnit, Lebanon selatan, pada 2 Februari 2026.

IDF telah mengevakuasi penduduk lanjut usia dari lebih dari 50 desa di Lebanon, setelah Israel dan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon saling meluncurkan roket.

Terjadi kemacetan lalu lintas di Lebanon karena orang-orang meninggalkan rumah mereka, dengan seorang penduduk mengatakan kepada BBC bahwa situasinya "sangat menyedihkan".

Israel berjanji untuk mengintensifkan serangan terhadap Iran, sementara Trump mengatakan kampanye militer AS dapat berlangsung selama berpekan-pekan.

Pangkalan Angkatan Udara UK (RAF) di Siprus menjadi sasaran "diduga serangan drone" pada Minggu malam, kata Kementerian Pertahanan Inggris.

Kuwait, Iran, AS, Israel

Sumber gambar, AFP VIA GETTY

Keterangan gambar, Foto-foto terbaru memperlihatkan kepulan asap yang membubung di atas Kota Kuwait.

Meluasnya konflik makin tampak pada Senin (02/03), tatkala Iran menyasar sektor energi di Arab Saudi dan Qatar.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa kebakaran kecil di kilang Ras Tanura—yang dioperasikan perusahaan minyak nasional Aramco—berhasil dipadamkan.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui Saudi Press Agency, disebutkan bahwa kilang tersebut mengalami "kerusakan ringan akibat jatuhan puing" setelah sistem pertahanan udara mencegat "dua drone yang melintas di sekitar fasilitas".

Api dilaporkan "segera ditangani" oleh tim darurat tanpa menimbulkan korban luka maupun jiwa.

Video yang diverifikasi BBC memperlihatkan kobaran api dan kepulan asap besar membumbung dari area kilang tersebut.

Arab Saudi, yang selama ini menjadi tuan rumah bagi pasukan militer Amerika Serikat dan negara-negara Barat, pada Sabtu (28/02) mengeluarkan kecaman terhadap Iran. Mereka menyebutnya sebagai "serangan terang terangan dan pengecut".

Pemerintah Saudi menegaskan serangan itu "berhasil dicegat" dan menargetkan wilayah Riyadh serta Provinsi Timur.

Sementara itu, perusahaan energi milik Qatar, QatarEnergy, menyatakan telah menghentikan produksi gas alam cair (LNG) setelah sejumlah fasilitasnya diserang oleh Iran.

Fasilitas yang disasar meliputi Ras Laffan—pusat pemrosesan gas darat—serta Mesaieed, yang juga menjadi lokasi strategis produksi gas alam Qatar.

Negara Teluk tersebut merupakan salah satu produsen LNG terbesar di dunia, sejajar dengan Amerika Serikat, Australia, dan Rusia.

Israel imbau warga Lebanon mengungsi, Beirut diguncang ledakan

Israel telah mengimbau warga lebih dari 50 kota dan desa di Lebanon untuk mengungsi, karena memperingatkan akan adanya serangan.

Warga di daerah yang diidentifikasi harus pindah setidaknya 1.000 meter ke area terbuka.

"Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda dan pindah setidaknya 1.000 meter dari desa ke area terbuka," bunyi peringatan tersebut.

"Siapa pun yang berada di dekat anggota Hizbullah, fasilitasnya, atau aset militernya mempertaruhkan nyawanya."

Lebanon, Israel, Hizbullah

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Terjadi kemacetan lalu lintas di Lebanon karena orang-orang meninggalkan rumah mereka.

Di ibu kota Lebanon, Beirut, warga terbangun oleh serangkaian ledakan yang menggema di seluruh kota sesaat sebelum pukul 03.00 waktu setempat.

Militer Israel mulai menyerang target Hizbullah setelah kelompok yang didukung Iran itu menembakkan roket ke wilayah utara Israel.

Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah mengatakan bahwa mereka bertindak sebagai pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Mereka menyebut serangan ke Israel itu sebagai "tindakan pembelaan diri yang sah".

Mereka mengatakan telah meluncurkan "rentetan roket dan sejumlah besar drone" ke situs pertahanan rudal di wilayah utara Israel.

Militer Israel mengkonfirmasi bahwa mereka telah melancarkan serangan sebagai sebuah tanggapan.

Lebanon, Beirut, Israel, Hizbullah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Di ibu kota Lebanon, Beirut, warga terbangun oleh serangkaian ledakan yang menggema di seluruh kota sesaat sebelum pukul 03.00 waktu setempat.

Mereka menyebut serangannya untuk "melawan keputusan Hizbullah bergabung" dan tidak akan membiarkan kelompok tersebut "menjadi ancaman bagi negara Israel dan membahayakan warga sipil di wilayah utara Israel".

Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata yang dimediasi AS pada 2024, mengakhiri lebih dari setahun pertempuran dengan Hizbullah yang berpuncak pada serangan besar-besaran Israel terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut.

Sejak itu, kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Terlepas dari kesepakatan tersebut, yang terjadi setelah 13 bulan konflik, Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari di Lebanon, pada target yang menurut mereka terkait dengan kelompok tersebut.

Rudal Iran hantam Kota Beit Shemesh, Israel

Rudal Iran telah menghantam kota Beit Shemesh di Israel, menewaskan sedikitnya sembilan orang, menurut layanan ambulans Israel.

Serangan ini disebut paling mematikan bagi Israel sejak perang ini dimulai.

Harga saham maskapai penerbangan di Asia Pasifik merosot, karena serangan Iran menghantam negara-negara tetangganya di titik yang paling menyakitkan: bandar udara mereka.

Sementara itu, harga minyak dunia telah naik setelah kapal-kapal diserang di dekat Selat Hormuz.

Israel, Lebanon, Hizbullah, Iran, AS

Sumber gambar, HAZEM BADER / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Warga menyaksikan (dari atas) saat pasukan keamanan Israel memeriksa sebuah mobil yang rusak setelah sebuah rudal menghantam sudut jalan di Yerusalem, Senin (01/03).

Anggota Dewan Kerja Sama Teluk telah menuduh Iran melanggar kedaulatan mereka.

Serangan udara di seluruh kawasan Teluk telah menandai gangguan ekonomi yang meluas di seluruh wilayah, tulis wartawan kami.

Hizbullah luncurkan rudal dan drone ke Israel

Hizbullah mengatakan telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel.

Beberapa saat sebelumnya, muncul pernyataan militer Israel yang mengatakan mereka menyerang target di Lebanon sebagai tanggapan atas serangan rudal dari Hizbullah.

Hizbullah telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan rudal dan drone dari Lebanon ke arah Israel.

Hizbullah, Iran, Israel, Lebamon

Sumber gambar, Courtney Bonneau / Middle East Images / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang perempuan berduka dalam unjuk rasa oleh pendukung kelompok Hizbullah Lebanon di pinggir Kota Beirut, Senin (01/03), sehari setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan AS dan Israel di Teheran.

Kelompok tersebut mengatakan itu sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Proyektil tersebut jatuh di area terbuka di wilayah Israel, menurut militer Israel.

Dugaan serangan drone di pangkalan militer UK di Siprus

Pangkalan Angkatan Udara UK (RAF) di Siprus diduga menjadi sasaran "serangan drone" pada Minggu malam, kata Kementerian Pertahanan.

Kementerian Pertahanan mengatakan angkatan bersenjata menanggapi serangan di RAF Akrotiri di Siprus sekitar tengah malam waktu setempat.

Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam dugaan serangan tersebut.

"Perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut berada pada tingkat tertinggi," kata Kementerian Pertahanan.

Hal ini terjadi setelah Menteri Pertahanan John Healey mengatakan pasukan dan warga sipil Inggris di Timur Tengah berisiko terkena "serangan tanpa pandang bulu" oleh Iran.

Seruan ini dilayangkan setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei terbunuh selama serangan udara AS dan Israel.