Harry Styles minum air dari sepatu, apa itu tradisi 'shoey' yang populer di Australia?
Sumber gambar, Brooke Littler
Di hadapan 30.000 penggemarnya yang riuh di Australia pada Senin malam, bintang pop Inggris mengangkat sepatu ketsnya yang terisi penuh dengan air, lalu meminumnya.
“Ini adalah salah satu tradisi paling menjijikkan yang pernah saya dengar," kata Styles di stadion Perth sambil meringis, sebelum menenggak air dari sepatu diiringi seruan 'shoey, shoey, shoey' dari para penonton yang memekakkan telinga.
Setelah menenggak air itu, Styles pun mengatakan kepada para penonton bahwa dia merasa “seperti orang yang berbeda”.
“Aku malu dengan diriku sendiri,” kata Styles sambil menggelengkan kepala.
“Saya akan membicarakan hal ini secara panjang lebar dengan terapis saya. Panjang!”
Styles hanyalah bintang internasional lainnya yang menjadi sasaran tren di Australia yang disebut shoey, yakni meminum minuman (biasanya beralkohol) dari sepatu.
Pembalap F1 Sir Lewis Hamilton, aktor Sir Patrick Stewart dan banyak musisi, termasuk rapper Post Malone, Machine Gun Kelly dan penyanyi country Kasey Musgraves - telah melakukan tradisi ini ketika berkunjung ke Australia, yang biasanya mereka lakukan atas desakan para penonton.
Tapi tren ini ternyata memecah belah pendapat. Banyak orang Australia menganggapnya kotor dan "blokey"; hal yang melakukan bagi sebuah negara untuk dikenal.
Sedangkan yang lain menganggapnya sebagai kesenangan yang tidak merugikan dan mengakar pada budaya Australia yang menyukai humor yang mencela diri sendiri, serta mencerminkan rasa egalitarianisme.
Bagaimana tradisi shoey bermula?
Tidak ada yang tahu pasti dari mana shoey berasal.
“Seperti tradisi budaya lainnya, beberapa pihak mencobanya dan mengklaimnya,” kata Liz Giuffre, dosen komunikasi di Universitas Teknologi Sydney kepada BBC.
Ada desas-desus yang menyebut bahwa para tentara melakukan shoey selama Perang Dunia, begitu pula dengan para bintang balet Rusia di masa lalu.
Bukti foto shoey paling awal yang ditemukan oleh Giuffre terjadi pada 1951. Aktris asal AS, Tallulah Bankhead terlihat menyeruput sampanye dari sepatu haknya saat konferensi pers di Hotel Ritz di London.
Sumber gambar, Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Tapi apa yang dimulai sebagai tontonan “kemewahan” itu kini telah berkembang menjadi sesuatu yang “konyol” di Australia, kata Giuffre.
Mark Gwynn, yang meneliti kosa kata tersebut untuk ditambahkan ke dalam Kamus Nasional Australia resmi, mengatakan bahwa shoey merupakan fenomena yang cukup baru di Australia.
Referensi pertama yang dapat dia temukan berasal dari tahun 2010, ketika shoey diasosiasikan dengan skena musik punk Australia, namun juga menjadi bagian dari pesta-pesta dan pertandingan olahraga.
Tradisi ini biasanya dilakukan untuk menandai sebuah perayaan, sebelum orang yang melakukannya memakai kembali sepatu yang basah.
“Ini semacam kemenangan atas kesulitan… gagasannya adalah bahwa saya baru saja melalui hal yang sulit dan saya akan minum dari sepatu yang membawa saya ke titik ini,” kata Giuffre.
Namun kedua peneliti mengatakan bahwa shoey —baik istilah maupun aksinya—jelas-jelas dipopulerkan pada 2016 oleh bintang F1 Australia Daniel Ricciardo.
Dia menjadikan shoey sebagai perayaan khasnya setelah balapan, sehingga menjadi perhatian global.
Shoey menjadi populer sejak saat itu.
Pegolf Australia Hannah Green pada awal bulan ini juga merayakan kemenangan turnamen pertamanya di kandang sendiri dengan shoey. Begitu pula dengan Nedd Brockman yang menyelesaikan larinya di Australia dengan meneguk koktail rasa kaus kaki.
Mengapa tradisi ini memicu perdebatan?
Para pengamat menilai shoey mencerminkan nilai-nilai Australia.
Menurut Giuffre, tindakan yang rendah hati itu punya peran dalam ketidaksukaan masyarakat Australia yang dikenal dengan istilah “tall poppies”, yakni kecenderungan untuk mendiskreditkan orang-orang yang sukses dan menonjol.
“Tidak ada yang bermartabat mengenai ini.. Anda mengatakan ‘Saya tidak sukses seorang diri’. Kami menyukai orang-orang yang menang, tapi kami tidak ingin orang terlalu bangga atau terlalu berlebihan.”
Sumber gambar, Getty Images
Tradisi ini juga merupakan penghormatan terhadap selera humor, petualangan, dan budaya minum di Australia, kata Gwynn.
“Ini bukan kekerasan. Tradisi ini tidak seksis, rasis, dan sebagainya. Itu sesuatu yang santai, untuk sedikit bersenang-senang.”
Namun banyak orang Australia menganggapnya menjijikkan. Menurut mereka, ini adalah tren bodoh yang mengejutkan.
Seorang pemuda berusia 24 tahun, Mackanzie mengatakan kepada BBC bahwa dia tersentak ketika menonton Styles melakukan shoey di TV. Dia menilai tren tersebut tidak membaik seiring berjalannya waktu.
“Saya tidak yakin apakah ini karena saya belum pernah melakukan shoey, atau saya berhasil melupakan ingatan soal melakukan shoey.”
“Ini bukan soal shoey, namun soal kebersihan mendasar.”
Meskipun risikonya cukup rendah, penelitian menunjukkan bahwa shoey dapat menampung beragam bakteri berbahaya seperti yang menyebabkan infeksi staph.
Para kritikus juga mengatakan bahwa tradisi itu terlalu banyak meniru stereotip yang tidak mencerminkan Australia modern.
Mereka mengatakan itu "blokey", "lowbrow" (tidak berbudaya) dan memicu stereotip bahwa orang Australia adalah bogan - bahasa gaul lokal untuk orang yang kasar dengan status sosial rendah.
"Ada beberapa kritik online yang mengatakan itu agak tidak bermartabat dan apakah kita benar-benar memperlakukan tamu internasional dengan baik dan sebagainya," kata Dr Giuffre.
"Tapi tidak ada yang menyuruh mereka melakukannya. Saya rasa Harry akan baik-baik saja. Dia mengenakan sepatu Gucci indah yang mungkin lebih bersih daripada cangkir kopi yang kita punya di dapur kita.”
Brooke Littler, yang berdiri di barisan depan dalam konser Styles pada Senin malam mengaku benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukannya.
"Saya tidak percaya dia benar-benar melakukannya. Saya pikir dia tidak akan melakukannya."
Tapi dia tidak merasa takut atau malu dengan apa yang dilakukan Styles.
Dia mengatakan permintaan untuk melakukan shoey telah menjadi bagian dari sebagian besar konser yang dia tonton dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun penyanyi itu jelas “membencinya”, Littler menilai dia pantas dipuji karena menantang tren.
"Saya pikir itu sangat menjijikkan dan saya tidak mengerti mengapa itu dilakukan... tapi saya suka melihat orang lain melakukannya."
Littler pun tidak akan ikut-ikutan melakukan shoey dalam waktu dekat.
"Sejujurnya, satu-satunya cara saya mau melakukannya adalah jika Harry Styles meminta saya melakukannya."
Berita Utama
Majalah
Artikel terpopuler
Konten tidak tersedia